Kamis, April 29, 2010

indonesian's food---> kerupuk tulang sapi


kerupuk tulang sapi adalah makanan khas bandung. Bisnis kerupuk tulang cukup menjajikan. Omsetnya bisa mencapai 100 juta per bulan. Kerupuk tulang ini dibuat dari tulang rawan sapi. Cara membuatnya pun tidak rumit. Rasanya yang enak menjadikan kerupuk tulang ini sangat diminati dan dicari pembelinya.
Cara membuat kerupuk tulang ini sangatlah sederhana. Tulang rawan yang baru dibeli dibersihkan dari lemak dan daging yang menempel. Tulang yang sudah dibersihkan dipotong-potong panjang menyerupai stik. Kemudian tulang diberi bumbu bawang putih dan penyedap rasa. Kemudian digoreng.
Akan tetapi berbisnis kerupuk tulang ini tak semudah membuatnya. Para pengrajin menghadapi kendala bahan baku tulang rawan sapi. Setiap minggu mereka membutuhkan 500 kg tulang rawan sapi bahkan lebih bila banyak pesanan. Dari 500 kg tulang rawan sapi bisa menghasilkan 200 kg kerupuk tulang.
Harga dari krupuk tulang ini adalah 120 ribu per kg. Kerupuk tulang ini paling enak dimakan bersama bakso.

Reog ponorogo? tari barongan?

reog history
Reog is one of the cultural arts that originated from East Java and the north-west part Ponorogo Reog regarded as the true home town. The city gate was decorated by the figure Ponorogo Warok and gemblak, two figures who have appeared at the time reog performed. Reog culture is one area in Indonesia is still very thick with the smell of things mystical and powerful mysticism.
Basically there are five versions of the popular story that develops in the community about the origins and Warok Reog, but one of the most famous story is the story of the rebellion Ki Ageng Fleas, a royal servant during Bhre Kertabhumi, last king of Majapahit who ruled in the second century -15. Ki Ageng Fleas will anger the powerful influence of the Chinese partner in the government and its king, king of the corrupt behavior, he also saw that the power of the Majapahit Kingdom will be terminated. He then left the king and founded the university where he taught young children martial arts, science, self-immunity, and the science of perfection in the hope that these young children will be the seeds of revival again later Majapahit kingdom. Realizing that his forces were too small to fight the royal troops Ki Ageng the political message conveyed through the performing arts Flea Reog, which is a "hint" to the King and his kingdom Kertabumi Bra. Performances Reog become a way of Ki Ageng Flea build local resistance using Reog popularity.
In the show displayed a mask Reog lion-shaped head, known as "Singa Barong", the king of the jungle, which became a symbol for Kertabumi, and above it is plugged in peacock feathers to resemble a giant fan that symbolized the powerful influence of his Chinese colleagues who manage the over all movement geriknya. Jatilan, played by a group of dancers gemblak a rocking-horse became a symbol of the power of the Majapahit Empire troops who became Warok contrast ratio with the power, behind the red clown mask that has become a symbol for Ki Ageng Fleas, alone and sustain the weight that reached more masks singabarong of 50kg using only his teeth. Ki Ageng Reog popularity eventually caused Kertabumi Lice take action and attack perguruannya, a revolt by Warok quickly resolved, and forbidden to continue teaching college will Warok. But the disciples Ki Ageng lice continues it secretly. Even so, art is still allowed to own Reognya staged because the show has become popular among the public, but the way the story has added a new channel in which the characters from folklore Kelono Sewondono Ponorogo namely, the Goddess Songgolangit, and Sri Genthayu.
Official version of the story line Reog Ponorogo now is the story of the King's daughter Ponorogo who intend applying for Kediri, Dewi Ragil Yellow, but amid the journey he was intercepted by King Singabarong from Kediri. King Singabarong forces consist of peacocks and lions, while the part of the Kingdom of Ponorogo King and his Deputy Kelono Bujanganom, escorted by Warok (men dressed in black in the dance), and this Warok deadly black magic. The whole dance is a dance of war between the kingdom and the kingdom of Kediri Ponorogo, and complained of black magic between them, the dancers in a state of 'trance' during the dance stage.
Until now, people just follow what Ponorogo into their heritage as a very rich cultural inheritance. In his experience art is copyright Reog human creations that form the flow of an existing trust from generation to generation and maintained. The ceremony also use terms that are not easy for common people to meet them without a clear lineage. Parental lineage they embrace and customary law which still applies.



controversy!
Similar dances are danced Reog Ponorogo in Malaysia called Dance Barongan. This dance is also using a mask suddenly peacock, which is headed tiger mask on which there are peacock feathers. Descriptions and photographs of this dance is shown in the official website of the Ministry of Culture Arts and Heritage Malaysia.
Controversy arises because the sudden peacock mask to the official website there are the words "Malaysia", and acknowledged the heritage community of Stone chisels, Johor and Selangor, Malaysia. This triggered protests of various parties in Indonesia, including artists Reog Ponorogo origin stating that copyright Reog art has been listed with the number 026 377 dated February 11, 2004, and thus known by the Minister of Justice and Human Rights Republic of Indonesia. Information was also found that the peacocks suddenly looked at the official site is craftsman-made Ponorogo. Thousands of artists Reog had demonstrated in front of Malaysian Embassy in Jakarta. The Indonesian government said it would investigate the matter further.
In late November 2007, Malaysian Ambassador to Indonesia Datuk Zainal Abidin Muhammad Zain said that the Malaysian Government has never claimed Reog Ponorogo as the country's indigenous culture. Reog called "Barongan" in Malaysia can be found in Johor and Selangor, because Java was taken by the people who migrate to the country.

Rabu, April 28, 2010

brief history of the 48 junior high schools

Junior High School 48, Jakarta began as SMPN 19th parallel in 1965 located in "Hall of Stars" way Ciputat Raya Kebayoran Lama Kebayoran Lama Pecan and Marsh.
In 1966 SMP 48 Jakarta, occupies the building of new schools on the road Raya No.42 Kebayoran Lama, South Jakarta, along with SMA 6 Filial until the year 1969.
In 1970, six high schools into high schools Filial stand on their own 29 which is located in Kebayoran Lama Kramat road until recently.
Since the year 1966 till now, SMP 48 Jakarta is the Local Government Asset Jakarta Special Capital City.
In the school year 1999/2000 SMP 48 in the Rehabilitation Building to Building a grand total storey III with a strategic location

earth day= my birthday

Hari Bumi yang diperingati setiap tanggal 22 April , menandai hari jadi lahirnya sebuah perubahan pergerakan kepedulian terhadap lingkungan tahun 1970-an. Hari Bumi lahir diprakarsai oleh seorang senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson. Saat itu ia melakukan protes secara nasional terhadap kalangan politik terkait permasalahan lingkungan. Ia mendesak agar isu-isu tersebut dimasukkan dalam agenda nasional.

Perjuangan Gaylord Nelson dimulai sekitar lebih dari 7 tahun sebelum Hari Bumi pertama. Pada awalnya Gaylord berharap pemikirannya tercapai melalui kunjungan yang dilakukan Presiden Kennedy ke-11 negara bagian pada September 1963, namun dengan beberapa alasan kunjungan tersebut tidak mampu membawa isu lingkungan ke dalam agenda nasional. Upaya terus dilakukan Gaylord untuk merealisasikan idenya. Setelah tur Kennedy, Gaylord melakukan kampanyenya sendiri ke beberapa negara bagian. Di seluruh pelosok negara, bukti penurunan kualitas lingkungan terjadi di mana-mana. Semua orang menyadarinya, kecuali kalangan politik.

Akhirnya pada musim panas 1969 Gaylord mengetahui bahwa aksi demonstrasi anti-perang Vietnam telah menyebar secara luas melalui perguruan tinggi di seluruh negeri. Dari sana ia mendapat ide untuk melakukan hal yang sama dalam kempanye lingkungannya. Ia memilih kalangan bawah dalam melakukan aksi protes terhadap kerusakan lingkungan. Pada sebuah konferensi di Seattle September 1969, Gaylord mengumumkan akan mengadakan demonstrasi secara nasional pada musim semi 1970 atas nama lingkungan dan setiap orang diundang untuk berpartisipasi. Setelah itu, berbagai surat, telegram, dan telepon mengalir dari seluruh negeri. Warga Amerika akhirnya menemukan sebuah forum untuk mengungkapkan kepeduliannya atas penurunan kualitas tanah, sungai, danau, dan udara di lingkungan mereka. Pada 30 November 1969 New York Times melaporkan terjadinya peningkatan aktivitas kepedulian terhadap lingkungan di seluruh negeri terutama di kampus-kampus dan suatu hari untuk peringatan permasalahan lingkungan tengah dirancang untuk untuk musim semi mendatang yang dikoordinasi oleh Senator Gaylord Nelson. Hal ini menjadi bukti keberhasilan perjuangan Gaylord Nelson dalam mengedepankan isu lingkungan sebagai agenda nasional.

Pada tanggal 22 April 1970, akhirnya sekitar 20 juta warga Amerika turun ke jalanan serta memenuhi sejumlah taman dan auditorium untuk mengkampanyekan kesehatan dan keberlangsungan lingkungan. Ribuan mahasiswa berkumpul menentang kerusakan lingkungan. Kelompok-kelompok yang sudah sejak lama menentang adanya tumpahan minyak di lingkungan, pabrik-pabrik dan pembangkit listrik penyebab polusi, buruknya saluran pembuangan, pembuangan bahan-bahan berbahaya, pestisida, jalan raya, hilangnya hutan belantara, serta semakin punahnya kehidupan liar menyadari adanya kebersamaan atas perjuangan mereka dari masyarakat.

Hari Bumi pada tahun 1970 telah menghasilkan persatuan kalangan politik yang sebenarnya jarang terjadi, yang berasal dari kaum republik maupun demokrat, dan berbagai pencampuran kalangan lainnya. Hari Bumi pertama menjadi awal terbentuknya United States Environmental Protection Agency/US EPA (sebuah badan perlindungan lingkungan Amerika) dan juga sebagai langkah awal menuju lingkungan dengan udara dan air yang bersih, serta perlindungan terhadap mahkluk hidup.

Pada tahun 1990, peringatan Hari Bumi mulai berkembang secara global. Sekitar 200 juta orang dari 141 negara di dunia tergerak untuk mengangkat isu lingkungan dalam skala global. Hari Bumi 1990 pun menjadi titik tolak terlaksananya KTT Bumi 1992 di Rio de Janeiro.

Tahun 2000 Hari Bumi mendapat bantuan dengan adanya internet untuk menghubungkan para aktivis di seluruh dunia. Pada tanggal 22 April sekitar 5000 kelompok pemerhati lingkungan di seluruh dunia merangkul ratusan juta penduduk di 184 negara yang menjadi rekor baru untuk Hari Bumi yang diperingati pada tanggal 22 April setiap tahunnya menandai hari jadi lahirnya sebuah perubahan pergerakan kepedulian terhadap lingkungan pada tahun 1970. Hari Bumi lahir atas prakarsa seorang senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson. Saat itu ia melakukan protes secara nasional terhadap kalangan politik terkait permasalahan lingkungan. Ia mendesak agar isu-isu tersebut dimasukkan dalam agenda nasional.

Perjuangan Gaylord Nelson dimulai sekitar lebih dari 7 tahun sebelum Hari Bumi pertama. Pada awalnya Gaylord berharap pemikirannya tercapai melalui kunjungan yang dilakukan presiden Kennedy ke sebelas negara bagian pada September 1963, namun dengan beberapa alasan kunjungan tersebut tidak mampu membawa isu lingkungan ke dalam agenda nasional. Upaya terus dilakukan Gaylord untuk merealisasikan idenya. Setelah tur Kennedy, Gaylord melakukan kampanyenya sendiri ke beberapa negara bagian. Di seluruh pelosok negara, bukti penurunan kualitas lingkungan terjadi di mana-mana. Semua orang menyadarinya, kecuali kalangan politik.

Akhirnya pada musim panas 1969 Gaylord mengetahui bahwa aksi demonstrasi anti-perang vietnam telah menyebar secara luas melalui perguruan tinggi di seluruh negeri. Dari sana ia mendapat ide untuk melakukan hal yang sama dalam kempanye lingkungannya. Ia memilih kalangan bawah dalam melakukan aksi protes terhadap kerusakan lingkungan. Pada sebuah konferensi di Seattle September 1969, Gaylord mengumumkan akan mengadakan demonstrasi secara nasional pada musim semi 1970 atas nama lingkungan dan setiap orang diundang untuk berpartisipasi. Setelah itu, berbagai surat, telegram, dan telepon mengalir dari seluruh negeri. Warga Amerika akhirnya menemukan sebuah forum untuk mengungkapkan kepeduliannya atas penurunan kualitas tanah, sungai, danau, dan udara di lingkungan mereka. Pada 30 November 1969 New York Times melaporkan terjadinya peningkatan aktivitas kepedulian terhadap lingkungan di seluruh negeri terutama di kampus-kampus dan suatu hari untuk peringatan permasalahan lingkungan tengah dirancang untuk untuk musim semi mendatang yang dikoordinasi oleh Senator Gaylord Nelson. Hal ini menjadi bukti keberhasilan perjuangan Gaylord Nelson dalam mengedepankan isu lingkungan sebagai agenda nasional.

Pada tanggal 22 April 1970, akhirnya sekitar 20 juta warga Amerika turun ke jalanan serta memenuhi sejumlah taman dan auditorium untuk mengkampanyekan kesehatan dan keberlangsungan lingkungan. Ribuan mahasiswa berkumpul menentang kerusakan lingkungan. Kelompok-kelompok yang sudah sejak lama menentang adanya tumpahan minyak di lingkungan, pabrik-pabrik dan pembangkit listrik penyebab polusi, buruknya saluran pembuangan, pembuangan bahan-bahan berbahaya, pestisida, jalan raya, hilangnya hutan belantara, serta semakin punahnya kehidupan liar menyadari adanya kebersamaan atas perjuangan mereka dari masyarakat.

Hari Bumi pada tahun 1970 telah menghasilkan persatuan kalangan politik yang sebenarnya jarang terjadi, yang berasal dari kaum republik maupun demokrat, dan berbagai pencampuran kalangan lainnya. Hari Bumi pertama menjadi awal terbentuknya United States Environmental Protection Agency/US EPA (sebuah badan perlindungan lingkungan Amerika) dan juga sebagai langkah awal menuju lingkungan dengan udara dan air yang bersih, serta perlindungan terhadap mahkluk hidup.

Pada tahun 1990, peringatan Hari Bumi mulai berkembang secara global. Sekitar 200 juta orang dari 141 negara di dunia tergerak untuk mengangkat isu lingkungan dalam skala global. Hari Bumi 1990 pun menjadi titik tolak terlaksananya KTT Bumi 1992 di Rio de Janeiro.

Tahun 2000 Hari Bumi mendapat bantuan dengan adanya internet untuk menghubungkan para aktivis di seluruh dunia. Pada tanggal 22 April sekitar 5000 kelompok pemerhati lingkungan di seluruh dunia merangkul ratusan juta penduduk di 184 negara yang menjadi rekor baru untuk mengkampanyekan Hari Bumi. Berbagai kegiatan diselenggarakan secara bervariasi mulai dari rantaian suara genderang dari desa ke desa di Gabon, Afrika hingga ratusan ribu warga yang berkumpul di National Mall, Washington D.C., Amerika Serikat. Hari Bumi 2000 secara keras dan jelas menyerukan pesan bahwa penduduk dunia menginginkan tindakan yang cepat dan tegas untuk penggunaan energi yang bersih dan ramah lingkungan.

Di tahun 2008 ini, dalam rangka memperinganti Hari Bumi, tidak ada salahnya kalau manusia yang ada di bumi ini harus “santun” terhadap alam, bisa juga kelangsungan hidup umat manusia tergantung pada “kesantunan” kita pada alam, kita harus bisa membaca dan memahami isyaratnya. Pemanasan global dan kelangkaan pangan adalah salah satu isyarat bagi manusia agar kita “santun” terhadap alam, merawat bumi dengan cara memberi “nutrisi” pada bumi merupakan salah satu contohnya.

history of ice cream

Before the advent of modern refrigeration systems, ice cream is luxurious and the food was served only on special occasions.
In the past, making ice cream is very troublesome. To make ice cream, ice obtained from a lake or pond that freezes in winter, then cut and stored in a haystack, a hole in the ground, or place where the ice is made of wood and given a straw. Ice is stored for later use during the summer.
As the summer. ice cream and then traditionally made by processing the dough in a large bowl that is placed in a tube stuffed with a mixture of ice that had been destroyed and salt, which makes frozen dough ice cream.